Pages

Powered by Blogger.

Pantai Parangkusumo dan Parangtritis

Pantai Parangtritis & Parangkusumo

     Pantai Parangkusumo dan Parangtritis merupakan salah satu icon wisata andalan yang berlokasi di Kabupaten Bantul. Ketenaran dua pantai ini tentu saja tak lepas dari legenda  kondang yaitu Ratu Laut Selatan.  Banyak versi yang coba menceritakan legenda ini, seperti dalam  buku terbitan Depdikbud dalam proyek Penerbitan dan Pencatatan Kebudayaan Daerah pada tahun 1981.

     Dalam buku tersebut, dikisahkan Ratu Laut Selatan merupakan penjelmaan dari Putri Pajajaran yaitu Putri dari Prabu Siliwangi yang bernama Kadhita. Kadhita diceritakan sebagai putri yan lemah lembut, cantik dan berbudi luhur. Prabu siliwangi teramat menyayangi Kadhita hingga menimbulkan kecemburuan oleh isteri selir Sang Prabu. Kecemburuan tersebut akhirnya mendasari sang isteri selir untuk berbuat jahat kepada Kadhita dengan meminta bantuan seorang penyihir jahat. Wajah dan tubuh Kadhita tiba-tiba berubah menjadi jelek, menjijikkan dan berbau tidak sedap (amis) sehingga Kadhita juga dijuluki Dewi Lara Amis.

     Kadhita akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kerajaan secara diam-diam untuk mencoba mencari kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Setelah perjalanan panjang, akhirnya Kadhita sampai di pesisir Karang Hawu untuk kemudian bertapa meminta kesembuhan kepada Sang Pencipta. Datanglah ombak besar dan terdengar suara yang memberikan petunjuk kepada Kadhita untuk mandi dan terjun ke laut jika ingin sembuh dari penyakit misteriusnya. Akhirnya Kadhita mengikuti petunjuk suara gaib tadi dengan terjun ke laut. Tidak lama kemudian setelah Adhita melakukan hal tersebut, nampaklah sosok wanita cantik namun wanita tersebut tidak kembali ke darat yang kemudian hilang terbawa arus ombak. Inilah mengapa masyarakat percaya bahwa Penguasa Laut Selatan adalah titisan Kadhita Sang Putri Pajajaran dengan sebutan Kanjeng Ratu Kidul. Kanjeng Ratu Kidul akhirnya terlibat cinta yang bersifat gaib (kawin mistik/nikah batin) dengan Panembahan Senopati.

     Pantai Parangkusumo menjadi lokasi dilaksanakannya upacara adat Labuhan. Dalam upacar ini ada beberapa benda yang dilabuh dan dipersembahkan kepada Kanjeng Ratu Kidul (penguasa/pemimpin tertinggi), Nyai Riyo Kidul (Patih dalam) dan Nyai rara Kidul (Patih luar) yang ketiganya adalah putri. Banyak orang yang masih percaya dengan mitos bahwa jika hendak berkunjung ke Pantai ini sebaiknya tidak mengenakan pakaian yang berwarna hijau.

     Selain kental dengan nuansa budaya dan sejarahnya, Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo juga memiliki pesona pemandangan yang hampir sama. Hamparan butiran pasir halus yang luas di tepi pantai diiringi dengan derunya ombak seolah mengajak anda untuk bermain air di sini. Di Pantai Parangtritis anda dapat menjumpai persewaan kuda, delman, dan ATV. Selain itu tak jauh dari lokasi pantai anda juga dapat memanjakan keinginan berbelanja oleh-oleh khas di banyak kios yang ada di lokasi.  Rasanya belum lengkap berwisata ke Jogja jika anda belum berkunjung ke obyek ini,Jadi tunggu apalagi.


berfoto di pantai parangtritis liburan di pantai parangtritis foto model pantai parangtritis cuaca cerah parangtritis pemandangan gumuk pasir gumuk pasir parangtritis spot hunting foto gumuk pasir parangtritis spot hunting foto pantai parangtritis

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar menggunakan tata bahasa yang sopan

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...