Pages

Powered by Blogger.

Goa Jlamprong

Goa Jlamprong

Goa Jlamprong terletak di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letak Goa Jlamprong tidak jauh dari Goa Kalisuci, tepatnya berada di sebelah timur. Jika dilihat pada peta, Goa Jlamprong juga terletak di sebelah utara Goa Bribin. Jadi, memang kompleks tersebut memang ditemukan banyak goa. Hal tersebut disebabkan faktor kondisi lahan yang material pembentuknya berupa batuan kapur ( gamping & dolomit ), sehingga mudah terlarut oleh air.

Koordinat Lokasi Goa Jlamprong_siparjo.com
Koordinat Lokasi Goa Jlamprong
Berdasarkan proses terjadinya, Goa Jlamprong memiliki asal proses pembentukan yang hampir sama dengan Goa Rancang Kencono. Hanya saja di goa ini masih banyak ditemukan stalaktit dan stalagmit yang masih aktif, dicirikan oleh adanya tetesan air dari langit - langit goa. Bahkan penduduk setempat mengeramatkan beberapa air yang menetes dari stalaktit, karena dipercaya barangsiapa yang meminumnya akan mendapat keberkahan dalam hidup. Jika dipandang dari sisi ilmu sains, hal tersebut memiliki efek positif terhadap keberlangsungan hidup stalaktit, karena setiap orang akan ikut serta menjaga kelestarian goa seisinya. Stalaktit tidak akan dirusak atau dicuri sebagai bahan baku kerajinan karena diyakini mampu memberikan keberkahan.

Namun, di lain hal, beberapa aktivitas manusia seperti pembangunan atau alih fungsi lahan sangat marak terjadi, hingga banyak merusak ekosistem karst. Diantaranya lahan sebagai zona epikarst, yang mana zona ini mampu menyerap, menyimpan, dan menyaring air untuk dialirkan secara vertikal menuju zona air tanah (water table). Stalaktit merupakan satu dari sekian cara air mencapai permukaan water table. Jadi apabila zona epikarst tersebut hilang, bisa dibayangkan betapa bahayanya air tersebut apabila sampai terminum, dalam frekuensi yang sering dan intensitas yang banyak. Namun penulis yakin, bahwa segala sesuatu yang dijaga dan dilindungi, akan membawa keuntungan di waktu mendatang. Meng-keramat-kan bukan hanya persoalan takhayul atau magis, tapi juga bagian dari sains sebagai langkah konservasi. Karena sesungguhnya magis adalah sains, hanya saja manusia belum mampu membuktikan secara ilmiah saat ini. Salam petualang.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar menggunakan tata bahasa yang sopan

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...