Pages

Powered by Blogger.

Kraton Yogyakarta

Kraton Yogyakarta

Lokasi
Keraton Yogyakarta terletak di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di sebelah selatan titik nol kilometer kota Yogyakarta.

Deskripsi
Tak jauh dari lokasi Taman Pintar, anda dapat kembali menemui obyek wisata yang tak kalah menarik. Kali ini anda akan menemui salah satu bangunan bersejarah yang kini menjadi salah satu tujuan utama jika berlibur ke Yogyakarta. Yuuuppss… wisata Kraton Yogyakarta.

siparjo.com_kraton yogyakartasiparjo.com_kraton yogyakarta

Kraton Yogyakarta dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1756 di wilayah Hutan Beringan. Nama hutan tersebut yang kemudian diabadikan untuk nama pasar di pusat kota yaitu Pasar Beringharjo. Istilah Karaton, Keraton atau Kraton, berasal dari kata ka-ratu-an yang berarti tempat tinggal ratu/raja. Nama Yogyakarta sendiri berasal dari kata Yogya yang artinya baik dan Karta yang artinya makmur. Namun ada definisi lain yang menyatakan bahwa Yogyakarta atau Ngayogyakarta berasal dari kata dasar AYU + BAGYA + KARTA.

siparjo.com_kraton yogyakartasiparjo.com_kraton yogyakarta

Ketika terjadi gempa bumi pada tahun 1876, bangunan tersebut mengalami kerusakan yang cukup berat sehingga dipugar oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada tahun 1889 dengan bentuk seperti yang dapat dilihat sekarang.  Di antara tugu dengan Bangsal Manguntur Tangkil (tempat singgasana Raja) berada dalam satu garis lurus yang berarti bahwa ketika Sultan duduk di singgasananya dan memandang kea rah Tugu, maka beliau akan selalu mengingat rakyatnya (manunggaling kawula gusti).

siparjo.com_kraton yogyakartasiparjo.com_kraton yogyakarta

Kraton Yogyakarta menghadap ke utara, dengan halaman depan berupa lapangan yang disebut Alun-Alun Lor (Alun-Alun Utara) yang pada zaman dahulu digunakan untuk tempat mengumpulkan rakyat, latihan perang bagi prajurit Kraton dan tempat penyelenggaraan upacara adat. Di bagian tengah Alun-Alun Lor ada dua pohon beringin bersebelahan yang dikelilingi tembok yang disebut Beringin Kurung (Waringin Kurung). Dua pohon beringin tersebut masing-masing bernama Kyai Dewadaru (sebelah barat) yang bibitnya berasal dari Majapahit, dan Kyai Wijayadaru (sebelah timur) yang bibitnya berasal dari Pajajaran. Kedua pohon beringin itu menyimbolkan bahwa di dunia ada dua sifat berbeda yang saling bertentangan (dualisme).(Sumber : Mengenal Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, 2010).

siparjo.com_kraton yogyakartasiparjo.com_kraton yogyakarta

Ketika anda masuk ke areal Kraton, anda akan melihat kesederhanaan arsitektur namun sarat dengan makna. Beberapa bangsal, aneka patung dan beragam benda-benda bersejarah dapat anda saksikan di lokasi ini. Selain itu, pada waktu-waktu tertentu anda dapat menyaksikan pertunjukan seni tari dan karawitan yang menambah kekhasan suasana kota Yogyakarta. Anda juga dapat menyaksikan bagaimana aktifitas abdi Dalem Kraton dengan pakaian tradisional dan kesederhanaannya. Jadi… jangan banyak buang waktu lagi untuk segera mengunjungi lokasi ini.

Transportasi
Untuk mencapai lokasi ini, anda tidak perlu bersusah payah karena lokasinya yang strategis berada di pusat Kota Yogyakarta. Anda bisa menjangkaunya dengan Trans Jogja, sarana angkutan umum bahkan kendaraan pribadi.

Fasilitas
  • Jasa Guide
  • Kamar Mandi
  • Tempat Parkir
  • Pusat Oleh-Oleh
Akomodasi
Sampai saat ini, biaya untuk masuk ke lokasi ini terbilang sangat terjangkau. Untuk anda wisatawan lokal anda cukup membayar tiket masuk sebesar Rp.5000, - saja sedangkan untuk wisatawan mancanegara cukup dengan Rp. 12500,- saja. Bagi anda yang memebawa kamera dan ingin mengabadikan obyek dengan kamera anda, anda cukup membayar biaya tambahan Rp. 1000,- saja.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar menggunakan tata bahasa yang sopan

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...