Pages

Powered by Blogger.

Wisata Heritage

Stasiun Kereta api

Perusahaan kereta api swasta Hindia-Belanda Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang didirikan pada 27 Agustus 1863 merupakan perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang membangun jalur rel Semarang hingga Yogyakarta via Surakarta. Pembangunan jaringan rel kereta api pada awalnya dimaksudkan untuk mengangkut hasil pertanian penduduk sekitar, namun dalam perkembangannya kereta api juga dimanfaatkan untuk memobilisasi pasukan militer, angkutan persenjataan, dan penumpang umum pada masa pra kemerdekaan. Dapat dikatakan bahwa kereta api mengambil peran penting terhadap sejarah perjuangan RI dalam rangka merebut kemerdekaan.

Kota Yogyakarta sendiri pada tahun 1890-an pernah memiliki trem yang melayani pergerakan penduduknya ke kota-kota sekitarnya seperti Bantul, Sleman, Brosot, Imogiri. Namun pada perjalanannya jalur-jalur tersebut mulai ditinggalkan oleh penduduk seiring berkembangnya moda tranportasi jalan raya. Beberapa jalur trem diantaranya dicabut pada masa penjajahan Jepang. Sangat disayangkan, bahwa dibalik tiap bantalan rel yang terbentang sesungguhnya terpendam cerita penderitaan nenek moyang kita pada masa penjajahan. Meskipun banyak jalur kereta yang telah hilang, namun kita masih bisa melihat sisa-sisa peninggalannya yang sudah berhasil dikonservasi oleh berbagai lembaga yang bergerak dibidang pelestarian cagar budaya.

Adapun daftar stasiun aktif maupun non-aktif di DIY adalah sebagai berikut ;

  • Stasiun Brambanan
  • Stasiun Kalasan
  • Stasiun Maguwo lama & baru
  • Stasiun Lempuyangan
  • Stasiun Tugu
  • Stasiun Patukan
  • Stasiun Rewulu
  • Stasiun Sentolo
  • Stasiun Wates
  • Stasiun Kedundang
  • Stasiun Wojo
  • Stasiun Tempel
  • Stasiun Medari
  • Stasiun Beran
  • Stasiun Ngabean
  • Stasiun Dongkelan
  • Stasiun Winongo
  • Stasiun Bantul
  • Stasiun Palbapang

Peninggalan berupa stasiun masih dapat terlihat di beberapa kota. Sebagian diantaranya masih aktif digunakan untuk aktivitas perkeretaapian, dan sebagian lagi sudah tidak digunakan, bahkan beralih fungsinya. Bagi yang menyukai kegiatan wisata heritage, wisata arsitektur maupun kegiatan railfan, mengunjungi salah satu monumen bangunan bersejarah adalah pilihan bijak untuk mengisi momen kemerdekaan saat ini. Mengingat wilayah Yogyakarta merupakan daerah yang rawan akan bencana tektonis maupun vulkanis seperti kejadian gempabumi dan gunung meletus beberapa waktu lalu, mengcapture foto beberapa bangunan diharapkan dapat menjadi dokumentasi berharga bagi cucu kita suatu saat nanti. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar menggunakan tata bahasa yang sopan

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...